Tak lama setelah menjalani hidup sebagai penulis novel, Murakami memutuskan untuk berlari. Saat itu usianya tidak lagi muda, tetapi hasratnya begitu berapi-api. Lari adalah jalan untuk menenangkan pikirannya yang sangat berisik. Dengan berlari pula, ia bisa mengelola segala sakit dan kekecewaan sehingga menjadi lebih kuat. Terlebih lagi, lari menyadarkannya bahwa dia adalah manusia yang lemah belaka.