mengeksplorasi keindahan yang menyakitkan dan tragedi dalam sejarah Indonesia, melalui kisah Dewi Ayu dan keturunannya, dari masa kolonial hingga 1990-an, memadukan realisme magis, isu gender, dan kritik sosial dalam latar belakang politik yang kelam, di mana kecantikan seringkali menjadi kutukan dan sumber penderitaan.