Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Karya klasik yang tak lekang oleh waktu ini bercerita tentang kehidupan empat bersaudari, suatu masa di Concord, Massachusetts. Meg, si Cantik keibuan yang bermimpi menjadi ratu bergaun indah. Jo, si Tomboi yang sangat mencintai buku dan sastra. Beth, si Pendiam yang begitu berbakat memainkan piano. Dan Amy, Michelangelo kecil dengan sketsa-sketsa memukau di kertas gambarnya. Hari-hari mereka sederhana, tapi dilingkupi kehangatan. Walaupun tak pernah luput dari masalah, kesedihan, ketidakpuasan, bahkan pertengkaran, mereka tak pernah berhenti saling mencintai dan teramat bersyukur memiliki satu sama lain. Sang Ibu yang selalu berada di samping mereka memberikan banyak inspirasi dan semangat, sementara bocah laki-laki kaya bernama Laurie, yang ikut serta dalam setiap petualangan keempat gadis itu, membawa keceriaan yang tak tergantikan.
Melalui Luka-luka Linimasa, Kalis Mardiasih tidak hanya mengungkap berbagai bentuk KBGO lewat kisah-kisah yang mungkin pernah kita dengar, tetapi juga menawarkan panduan untuk membangun hubungan yang sehat dan panduan pengasuhan digital yang bijak sehingga kita bisa saling jaga.
Sebagian besar dari kita pasti pernah (atau sedang?) bermasalah dengan keuangan. Bahkan sekadar mencukupkan pemasukan dengan pengeluaran saja terasa sangat menantang. Jika itu yang dialami, kemungkinan besar semua itu terjadi karena kurangnya pemahaman finansial yang kita dapatkan. Meski uang terasa sangat dekat, mengelolanya tampak begitu asing. Bodo Schfer, ahli finansial terkemuka di Eropa, membuat gebrakan lewat A Dog Called Money. Dia menyisipkan berbagai pemahaman dasar mengenai uang, cara mendapatkannya, mengaturnya sesuai prioritas, hingga menginvestasikannya dengan cara yang begitu sederhana. Alih-alih menulis serangkaian tips dan teori dengan istilah rumit, buku ini disajikan melalui sudut pandang seorang gadis kecil bernama Kira dan anjing bernama Money yang bisa berbicara
Gadis Kretek menceritakan kisah cinta terlarang antara Dasiyah (Jeng Yah), peracik kretek berbakat, dan Soeraja, pewaris pabrik kretek, yang terhalang perbedaan status sosial dan peristiwa sejarah kelam, di mana anak-anak Soeraja di masa kini harus mengungkap rahasia ini sambil mencari Jeng Yah sebelum ayahnya meninggal, sekaligus menelusuri sejarah industri kretek di Jawa
mengeksplorasi keindahan yang menyakitkan dan tragedi dalam sejarah Indonesia, melalui kisah Dewi Ayu dan keturunannya, dari masa kolonial hingga 1990-an, memadukan realisme magis, isu gender, dan kritik sosial dalam latar belakang politik yang kelam, di mana kecantikan seringkali menjadi kutukan dan sumber penderitaan.