Koleksi Pustaka

Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.

Refine Search Reset
Hasil Pencarian (797)
Fatherless: Andai Ayah Dengar Ini
Non-Fiksi Fatherless: Andai Ayah Dengar Ini
Rachmat Reza
2025
Buku Mojok

Ketiadaan ayah menciptakan ruang kosong dalam hati anak. Yang meskipun kita berusaha menutupinya dengan pencapaian, pujian, dan kesuksesan, kekosongan itu akan tetap kita rasakan. Jika kita biarkan, ruang kosong itu akan semakin menggerogoti jiwa kita dan membuat kita tenggelam dalam luka yang tak berkesudahan.

Stok Tersedia: 15
Lihat Buku
Sekolah Bisa Semerdeka Ini
Non-Fiksi Sekolah Bisa Semerdeka Ini
Gernatatiti, dkk
2026
Buku Mojok

Sekolah Bisa Semerdeka Ini merupakan narasi penting dari SALAM (Sanggar Anak Alam). Sebuah sekolah di Nitiprayan, Yogyakarta, yang selama bertahun-tahun tahun dikenal dengan pembelajaran merdeka, benar-benar merdeka. Tujuh penulis menceritakan ekosistem SALAM sebagai subjek yang terlibat, bukan mengamati dari jauh. Dari sana kita menyaksikan ruang dialog antara siswa dengan fasilitator dan orang tua. Tidak ada keputusan tunggal, hanya ada kesepakatan. Pendidikan di SALAM memberi ruang bagi setiap orang untuk memilih apa yang dia suka dan mengatakan apa yang dia pikirkan. Salah satu model pendidikan pembebasan yang patut kita kaji.

Stok Tersedia: 15
Lihat Buku
Filsafat Kebahagiaan
Non-Fiksi Filsafat Kebahagiaan
Fahruddin Faiz
2023
Mizan

FILSAFAT KEBAHAGIAAN Dari Plato, via Al-Farabi dan Al-Ghazali, Sampai Ki Ageng Suryomentaram. Orang boleh berbeda dalam banyak hal, tapi bakal bersepakat dalam satu hal: ingin bahagia. Sayangnya, makna bahagia itu tidak tunggal dan sama bagi semua orang. Bahagia bagi yang satu, boleh jadi bukan bahagia bagi yang lain. Bahagia itu ternyata macam-macam dan bisa saling bertentangan. Maka, layak sekali kalau orang bertanya: apa, sih, bahagia itu sebenarnya? Empat orang bijak—Plato, al-Farabi, al-Ghazali, dan Ki Ageng Suryomentaram—menawarkan konsep kebahagiaan, berikut cara-cara mencapainya. Meski masing-masing mengambil pendekatan berbeda, ada beberapa kesamaan yang mencolok: bahwa orang mesti mengenal diri sendiri sebagai titik berangkat, dan orang menemukan diri sendiri sebagai titik tujuan. Mustahil orang mencapai kebahagiaan kalau tidak tahu siapa dirinya dan apa makna bahagia bagi dirinya.

Stok Tersedia: 15
Lihat Buku
Sister Fillah, You'll Never Be Alone
Non-Fiksi Sister Fillah, You'll Never Be Alone
Kalis Mardiasih
2022
Mizan

Buku ini buku tentang perempuan yang ditulis oleh perempuan. Perempuan mungkin lembut, tetapi perempuan juga adalah pejuang tangguh. Perempuan memang cantik, tapi cantiknya bukan hanya dari bersolek tetapi juga bersinar karena kecerdasannya. Kalis mengajak kita untuk melihat perempuan dari berbagai aspek. Banyak perempuan yang sukses dengan keluarga dan pendidikan, di sisi lain masih banyak perempuan yang masih terlilit persoalan: para ibu tunggal yang harus berjuang membesarkan anaknya, korban kawin muda, buruh perempuan tanpa upah layak, perempuan korban kekerasan, dan banyak lagi. Dan sebagai sesama perempuan, kita harusnya saling menguatkan bukan saling menjatuhkan.

Stok Tersedia: 15
Lihat Buku
Guru Aini
Fiksi Guru Aini
Andrea Hirata
2020
Bentang Pustaka

Ini persamaan hidupku sekarang, Bu,” Desi menyodorkan buku catatan ke tengah meja. Bu Amanah, yang juga guru matematika tersenyum getir melihat persamaan garis lurus dengan variabel-variabel yang didefinisikan sendiri oleh Desi. x1: pendidikan, x2: kecerdasan. Yang menarik perhatiannya adalah konstanta a: pengorbanan. “Pendidikan memerlukan pengorbanan, Bu. Pengorbanan itu nilai tetap, konstan, tak boleh berubah” Konon, berdasarkan penelitian antah berantah, umumnya idealisme anak muda yang baru tamat dari perguruan tinggi bertahan paling lama 4 bulan. Setelah itu mereka akan menjadi pengeluh, penggerutu, dan penyalah seperti banyak orang lainnya, lalu secara menyedihkan terseret arus deras sungai besar rutinitas dan basa-basi birokrasi lalu tunduk patuh pada sistem yang buruk. Dalam kenyataan hidup seperti itu, seberapa jauh Desi berani mempertahankan idealismenya menjadi guru matematika di sekolah pelosok?

Stok Tersedia: 15
Lihat Buku
Muhammad, The World Changer
Sejarah Muhammad, The World Changer
Mohamad Jebara
2022
Bentang Pustaka

Seorang anak berusia enam tahun menangis di pelukan ibunya yang tengah sakratul maut. Pada napas terakhirnya, sang ibu membisikkan, “Muhammad, jadilah pengubah dunia!”. Anak yatim piatu itu harus mengatasi rintangan besar untuk mengeluarkan potensinya dan menginspirasi orang lain, di tengah masyarakat suku yang enggan dengan perubahan. Mohamad Jebara menghidupkan kisah pribadi yang mencekam tentang nabi pendiri Islam. Ia menggabungkan detail yang sudah lama diketahui oleh para cendekiawan Muslim, tetapi tidak dapat diakses oleh masyarakat umum. Dari kelahirannya yang dramatis, hampir diculik ke dalam perbudakan, hingga melarikan diri dari pembunuhan, Muhammad muncul sebagai seorang pria yang tak kenal lelah dalam sebuah misi. Kisah ini menggambarkan secara vivid visi inovatif Muhammad yang membantu membentuk dunia modern kita hingga saat ini.

Stok Tersedia: 15
Lihat Buku
Keep Going
Pengembangan Diri Keep Going
Austin Kleon
2019
Noura

-

Stok Tersedia: 15
Lihat Buku
Seni Navigasi Karier dan Dunia Kerja
Pengembangan Diri Seni Navigasi Karier dan Dunia Kerja
Pambudi Sunarsihanto
2022
Mizan

Banyak orang bilang, “I hate Monday” ketika memulai hari Senin. Padahal, apa salah Senin? Pambudi, Wing, Sagita, dan Astrid, empat profesional yang sudah berkarier di berbagai organisasi dan perusahaan nasional serta multinasional punya ide mengubah I Hate Monday menjadi I Love Monday agar kita lebih bersemangat dalam menjalani hari-hari kerja. Mereka melakukan Instagram Live How’s Your Monday? setiap Senin, pukul 20.00 WIB. How’s Your Monday? membahas dunia kerja, pengembangan karier, dan leadership dengan santai, tetapi berbobot, ditambah bintang tamu yang juga profesional di bidangnya. Buku How’s Your Monday? Ini disajikan dengan cair dan bernas, agar kita bisa belajar dari para profesional kawakan tentang: 1. Tips and trick membuat CV yang persuasif, menyiasati wawancara kerja serta negosiasi gaji secara profesional. 2. Hal-hal esensial dalam dunia kerja yang perlu diketahui untuk bisa sukses lebih cepat, seperti menjalin pertemanan dengan senior, berkoordinasi, mencari mentor, dan mendapatkan coaching jitu. 3. Mengakselerasi jenjang karier, mendapatkan promosi, menjadi team leader pertama kali, membentuk support system, dll. Jangan lewatkan kesempatan belajar kepada para direktur yang berpengalaman puluhan tahun, dan dapatkan insight berharga untuk memastikan kariermu memelesat. Bukan tentang Seberapa Bagus Anda, Melainkan Seberapa Bagus yang Anda Inginkan Banyak orang pintar yang tidak berprestasi dalam hidupnya atau kariernya. mengapa kadang-kadang hanya orang biasa-biasa malah lebih berhasil? Seperti waktu kita masih di Sekolah Dasar, belum tentu juara kelasnya menjadi yang paling berhasil dalam kehidupan kita di kemudian hari. Seperti waktu lulus dari universitas, mahasiswa yang Indeks Prestasinya (IP)-nya paling tinggi belum tentu menjadi yang paling sukses di masa depan. Bahkan, yang menjadi direktur-direktur perusahaan besar, atau BUMN, biasanya IP-nya bukan yang paling tinggi, Mengapa demikian? Seandainya kita balapan mobil. Ukuran mesin mobil melambangkan Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan yang kita miliki. Semakin tinggi cc mesin mobilnya, semakin cepat mobilnya, dan semakin besar kemungkinan memenangkan balapan. Semakin tinggi IQ seseorang, semakin tinggi kemampuannya dalam belajar dan menyelesaikan masalah-masalah kompleks di pekerjaan. IQ itu penting! Tetapi, IQ bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan kita. Kadang-kadang percuma punya mobil dengan mesin yang besar dan cc yang tinggu, tetapi ternyata tidak bisa menyetir. Sama persis, tidak ada gunanya punya kecerdasan tinggi, tetatpi tidak bisa bekerja sama dengan timnya, tidak mampu mengorganisasi pekerjaannya, dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Nah, faktor-faktor inilah yang termasuk dalam Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosi. Jadi, kita perlu menyeimbangkan IQ dan EQ, terutama dalam pekerjaan. Dalam berkarier, hal pertama yang dibutuhkan untuk memulai adalah kecerdasan. Namun, seiring berjalannya waktu, dalam pekerjaan pasti kita berada pada situasi harus berinteraksi atau bekerja sama atau menghadapi konflik dengan orang lain. Bahkan, terkadang kita harus mengerjakan suatu proyek yang stuktur organisasinya berupa matriks, yang mengharuskan kita berinteraksi dengan karyawan lain di luar departemen kita. Dalam situasi itu, kita memerlukan influencing skills (keterampilan memengaruhi) yang didasari oleh kecerdasan emosi. Semakin tinggi level jabatan seseorang di perusahaan, semakin diperlukan pula keterampilan memengaruhi tersebut. Ada empat ciri khas seseorang yang memiliki kecerdasan emosi, yaitu: - Mengerti diri sendiri (understanding ourselves) - Memahami orang lain (understanding others) - Mengendalikan diri sendiri (controlling ourselves) - Mengendalikan orang lain (controlling others) Dalam pekerjaan sehari-hari, keterampilan memengaruhi ini sangat diperlukan, terutama saat kita memerlukan persetujuan, kerja sama, atau kontribusi dari orang lain. Misalnya, ketika kita memimpin sebuah proyek dalam perusahaan, keterampilan untuk dapat memengaruhi para pemangku kepentingan merupakan salah satu kunci sukses proyek tersebut. Pada salah satu perguruan tinggi favorit Indonesia, ada tulisan besar di depan kampusnya, "Selamat Datang Putra-Putri Terbaik Indonesia." Dan, memang perguruan tinggi itu terkenal sebagai yang paling sulit masuknya. Para mahasiswa yang berhasil masuk adalah yang pintar-pintar. Namun, ternyata dalam dunia kerja, belum tentu mereka yang jadi direkturnya. Bahkan, di sebuah perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, ada ratusan lulusan dari perguruan tinggi tersebut, tetapi Direktur Utamanya lulusan perguruan tinggi swasta kelas tiga. Jadi, intinya bukan hanya IP atau IQ atau kecerdasan, melainkan perlu ada keseimbangan antara 4 hal ini: - Intellihence Quotient (EQ) - Emotional Quotient (EQ) - Adversity Quotient (AQ) - Stress Management Jika dianalogikan dengan mobil. kecerdasan (IQ) itu diibaratkan sebagai mesin mobil. Semakin tinggi ukuran mesin, semakin bagus dan mobil semakin kencang. EQ diumpamakan sebagai kemampuan menyetir mobil. Semakin bagus kemampuan menyetirnya, semakin berkurang kemungkinan untuk menabrak. Dalam pekerjaan, terkait dengan kemampuan bekerja sama dengan timnya, mampu mengorganisasi pekerjaannya, dan mampu berkomunikasi dengan baik, untuk mengurangi kemungkinan konflik dengan orang lain.

Stok Tersedia: 15
Lihat Buku
Tuhan Ada di Hatimu
Pengembangan Diri Tuhan Ada di Hatimu
Husein Ja`far Al Hadar
2020
Noura Books Publishing

Di masa kini kata hijrah seakan menjadi hal yang ‘latah’ dalam kehidupan sehari-hari. Akhir-akhir ini kita dapati hijrah menjadi sesuatu yang sangat populer di masyarakat Muslim Indonesia. Namun kadang hijrah yang dimaksud dan dijalankan oleh sebagian orang hanya bersifat hukum saja, hanya meliputi aspek-aspek ritual saja. Misalnya, mereka melakukan hijrah dari sebelumnya tidak berkerudung menjadi berkerudung, dari yang tak rajin shalat menjadi rajin shalat. Dalam Islam, hijrah itu doktrin yang sangat penting dan maknanya begitu luas dan mendalam. Mencakup seluruh aspek kehidupan kita. Minimal ada empat aspek yang harus dilakukan oleh umat Islam berkomitmen untuk hijrah. Pertama aspek spiritual atau sufistik-tasawuf, kedua aspek kultural, ketiga aspek filosofis, dan keempat aspek sosial.

Stok Tersedia: 15
Lihat Buku
Steal Like an Artist
Pengembangan Diri Steal Like an Artist
Austin Kleon
2023
Noura Books Publishing

Orang-orang hebat sudah membuktikannya. Bintang basket Kobe Bryant mengaku bahwa semua gerakannya di lapangan dia curi dari para idolanya. Untuk menciptakan komputer Mac, Steve Jobs mencuri ide dari Xerox. Beatles awalnya adalah band yang menyanyikan lagu-lagu penyanyi lain. Tak ada yang orisinal. Semua kreasi berasal dari sesuatu yang pernah ada. Dan kreativitas tidak pernah lahir begitu saja, butuh proses juga perlu diasah. Mencuri ide adalah awal menumbuhkannya. Kreatif adalah melihat dari sudut pandang berbeda. Kreatif adalah mampu menyiasati keterbatasan. Kreatif adalah menemukan solusi terbaik dari permasalahan. Buku ini mengembangkan kreativitasmu, siapa pun kamu, dalam bidang apa pun kamu berkarya.

Stok Tersedia: 15
Lihat Buku