Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Sherlock Holmes adalah tokoh detektif fiksi rekaan Sir Arthur Conan Doyle, seorang pengarang dan dokter berkebangsaan Skotlandia. Holmes yang menyebut dirinya sebagai seorang "detektif konsultan" ini dikenal akan ketajaman penalaran logis, kemampuan menyamar, dan keterampilannya dalam menggunakan ilmu forensik untuk memecahkan berbagai kasus.
Max Havelaar adalah buku yang menceritakan tentang Max Havelaar, seorang pejabat kolonial Belanda, yang bertugas di Lebak, Banten. Ia berjuang melawan korupsi dan penindasan yang dilakukan oleh penguasa kolonial terhadap penduduk pribumi, terutama melalui sistem tanam paksa. Naskah Max Havelaar dalam buku ini adalah naskah yang tata bahasanya telah disesuaikan dengan Bahasa Indonesia hari ini, gaya ungkapnya telah dipadankan dengan gaya ungkap orang Indonesia masa kini. Dengan begitu, diharapkan buku ini lebih mudah dipahami oleh siapa pun dan menjangkau pembaca seluas-luasnya.
Novel ini mengisahkan tentang perjalanan keliling dunia seorang laki-laki kaya bernama Phileas Fogg, bersama pelayan setianya yang ceria, Passepartout. Fogg sangat yakin bahwa keter-lambatan, badai, dan segala rintangan di perjalanan dapat diper-kirakan dan termasuk dalam hitungan 80 hari. Sebaliknya teman-temannya di Reform Club tidak mempercayainya. Untuk membuktikan bahwa ia bisa kembali ke London dalam 80 hari setelah keliling dunia dengan taruhan sebesar 20.000 pound, ia berangkat ditemani Passepartout.
The First Man adalah novel yang belum selesai dan diterbitkan secara anumerta setelah kematian Albert Camus dalam kecelakaan mobil pada tahun 1960. Buku ini bersifat semi-otobiografis dan dianggap sebagai karya paling personal dari Camus. Buku ini berkisah tentang Jacques Cormery, seorang pria yang pernah tumbuh dalam kemiskinan di Aljazair, lalu kembali ke tanah kelahirannya untuk menelusuri jejak masa lalunya, termasuk mengenang ayahnya yang meninggal dalam Perang Dunia I. Jacques mengeksplorasi akar identitasnya sebagai anak dari keluarga miskin kolonial Prancis, tumbuh di tengah-tengah budaya Aljazair, dan mencari makna dari kehidupannya yang kompleks. Lewat Jacques, Camus merefleksikan masa kecilnya sendiri: hubungan dengan ibunya yang bisu dan buta huruf, perjuangannya meraih pendidikan, serta pengalaman sebagai “orang luar” di masyarakat kolonial. Novel ini menyentuh tema-tema besar seperti kehilangan, identitas, keterasingan, kemiskinan, serta cinta kepada kehidupan meski dalam kondisi sulit.
Brother Jacob mengangkat cerita tentang hubungan dua bersaudara antara David Faux yang sangat egois serta ambisius dan kakaknya yang idiot, Jacob. David Faux, seorang anak petani Inggris, yang terbiasa makan dendeng babi dan pangsit, mempunyai ilusi menyenangkan bahwa penjual kembang gula pastilah seorang yang sangat bahagia dan terkenal, karena dia menciptakan sesuatu yang tidak saja sangat indah dilihat, tapi juga makanan terbaik. Novela ini memberikan pesan moral yang ringan dengan akhir yang memuaskan. The Lifted Veil merupakan satu-satunya tulisan Eliot yang menggunakan sudut pandang orang pertama. Kisah ini dibuka oleh Latimer, sang narator. Latimer menyadari bahwa akhir hidupnya semakin dekat karena mengalami masalah dengan angina, sehingga dia memutuskan untuk menceritakan kisah aneh dari pengalamannya sendiri. Aspek metafisik dan supranatural dengan sangat indah. Eliot menyajikan ketegangan hingga menjelang akhir novela ini, ketika sebuah rahasia akhirnya terungkap.
Sekembalinya ke Rusia dari tur di Italia, Dimitry Sanin yang berusia dua puluh tiga tahun mengakhiri perjalanannya di Frankfurt. Di sana, ia bertemu dengan Gemma Roselli yang cantik, yang bekerja di toko kue milik orang tuanya, dan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Yakin bahwa kebahagiaan abadi bersama tunangannya tak dapat dihalangi, Dimitry dengan gegabah memutuskan untuk memulai hidup baru dan menjual tanah-tanahnya di Rusia. Namun, ketika ia bertemu calon pembeli, Madame Polozov yang menarik, kerentanan masa mudanya justru menjadikannya mangsa kegilaan yang lebih gelap dan destruktif. Sebuah novel dengan keindahan yang menghantui, Arus Deras Musim Semi merupakan kisah yang menarik, sebagian bersifat otobiografi, tentang salah satu tema favorit Turgenev—ketidakmampuan seorang pria untuk mencintai tanpa kehilangan kepolosannya dan terjerumus dalam hasrat obsesif.
“Kau ini pengacau yang menjengkelkan—” ketus Markham. Tapi Vance memotongnya dengan nada datar. “Benar-benar tidak tahu berterima kasih! Kalau saja kautahu, Markham, aku guru pembimbingmu yang genius, deus ex machina-mu, ibu perimu.” Philo Vance bangsawan muda dan kaya raya, dengan segudang pengetahuan di dalam kepala. Kata katanya sering sarkas dan tak difilter hingga sanggup melukai lawan bicara yang tidak siap menerimanya. Tapi, aku yakin karena aku kenal dia sejak lama, Vance memang unik dan bukan orang yang suka asal bicara. Menurut orang, dia ingin tampil dan mencari panggung saja, tapi menurutku, dia adalah genius yang selalu memakai logika. Termasuk ketika menghadapi kasus pembunuhan Alvin Benson. Kami terlibat dalam proses pengungkapan kasus ini bukan karena kami menceburkan diri, tapi permintaan datang dari Jaksa Wilayah yang juga kenalan Vance. Aku menyaksikan sendiri bagaimana Markham sering berjalan ke arah yang salah dan Vance berkali-kali menariknya ke jalur yang seharusnya. Andai tidak ada Vance, Markham akan salah menjebloskan orang ke penjara New York.
eluarga Otis pindah dari Amerika ke sebuah rumah besar Inggris, Rumah Canterville. Kedatangan keluarga ini sangat mengganggu hantu penghuni rumah tersebut. Sebaliknya, keluarga Otis tak ambil pusing pada kehadiran hantu tersebut. Mereka sama sekali tak percaya pada hal-hal ghaib. Dengan menampilkan kontras antara cerita hantu gotik konvensional dan pragmatisme dunia modern, Wilde menciptakan dongeng komikal yang lembut berisi konflik antara yang lama dan yang baru—dan hasilnya sudah jelas bahwa dunia lama tersebut sama sekali tak bisa mengusik kehadiran dunia baru.
Hanna. Perempuan dengan pemikiran terbuka, mandiri, aktif mengelola beberapa komunitas, terutama yang berkaitan dengan lingkungan, dan mencintai seorang lelaki yang telah beristri. Syauqi seorang Gus, hidup dalam hiruk pikuk pesantren, pendiam, lulusan S2 Kairo menyukai otomotif, terutama vespa, dan belum bisa melupakan cinta pertamanya. Hanna dan Syauqi berjumpa di tempat yang tak pernah mereka duga. Keduanya bertemu dalam ruang dengan pemikiran-pemikiran yang berbeda. Banyak kejadian yang kemudian membuat mereka saling jatuh cinta. Tapi, apakah jalan cinta mereka terjadi semudah itu?
Marlowe nyaris menyerah dengan kasus yang ditanganinya ketika dia menemukan dirinya berada di tempat yang salah namun di waktu yang tepat untuk terjebak dalam pembunuhan yang mengarah kepada lingkaran pencurian giok, pembunuhan lain, peramal, beberapa pembunuhan lagi, dan korupsi. Serangkaian kisah misteri pembunuhan yang berliku ini bermula ketika seorang detektif swasta, Philip Marlowe, yang sedang menyelidiki kasus orang hilang, melihat seorang penjahat bernama Moose Malloy, menerobos masuk ke sebuah kelab malam, mencari mantan pacarnya yang bernama Velma Valento. Kelab tersebut telah berganti pemilik, sehingga tidak seorang pun yang mengenal Velma. Malloy membunuh seorang kulit hitam di klub, lalu melarikan diri. Sebuah pemecahan kasus yang digambarkan dengan sangat menarik, deskriptif, dan informatif oleh penulis, seolah kita juga sedang berada di dekat Marlowe selama penyelidikan.