Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Penny sudah setahun menjadi karyawan Dallergut: Toko Penjual Mimpi. Artinya, dia sudah diakui negara sebagai “Pekerja Industri Mimpi” dan berhak mendapatkan akses masuk ke Kawasan Perkantoran. Motail yang baru mendapatkan akses sangat bersemangat karena Kawasan Perkantoran merupakan tempat berkumpulnya rumah produksi mimpi. Namun, Nona Mog Berry mengatakan kalau tempat itu bisa membuat perasaan menjadi tidak nyaman. Penny jadi waswas. Kira-kira, kenapa, ya? Ternyata, Kawasan Perkantoran bukan hanya berisi perusahaan mimpi, tetapi juga Pusat Pelayanan Publik yang melayani keluhan pelanggan. Dalam kunjungan pertama Penny, Dallergut yang disibukkan dengan sebuah rahasia besar langsung meminta Penny untuk menyelesaikan Keluhan Tingkat Tiga!
Gwangju, Korea Selatan, 1980. Di tengah kecamuk demonstrasi mahasiswa yang dihadapi dengan kekerasan dan peluru tajam oleh penguasa, seorang pemuda mencari jenazah kawannya. Kisah berkelindan dengan beragam cerita lain yang menyentuh hati dan diracik dengan amat menarik oleh seorang pengarang jempolan.
Ancaman untuk sang Maharani tidak hanya datang dari istana. Dia tidak bisa hidup tenang karena harus memikirkan masalah negara di tengah gempuran negara-negara kuat, termasuk Dinasti Qing dan Jepang yang berniat untuk menduduki Joseon yang lemah. Selain itu juga ada negara-negara adidaya Barat yang ingin mendulang keuntungan dari letak Joseon yang dinilai strategis. Joseon pada masa itu begitu suram dan penuh gejolak. Vokal menyuarakan ambisinya untuk memajukan Joseon, Maharani Myeongseong menjadi incaran tokoh dalam negeri dan negara asing. Berbagai kudeta dan konspirasi pembunuhan terhadap dirinya dilakukan bertubi-tubi. Lantas, bagaimana caranya menyelamatkan diri? Apakah benar yang dilakukan Maharani memang untuk Joseon, ataukah hanya untuk kepentingan keluarga dan dirinya sendiri?
Maharani Myeongseong merupakan novel karya Park, Young-Kyu yang ditulis berdasarkan catatan harian yang diyakini milik Maharani Myeongseong, politikus perempuan paling berpengaruh di Joseon. Ia lahir dari wangsa Min, keluarga bangsawan terkemuka pada masanya dan terpilih sebagai istri Raja saat masih belia. Kecerdasan dan ambisinya membuat Maharani berperan aktif dalam politik Joseon sehingga ia tidak disukai oleh Daewongun, wali penguasa yang juga ayah mertuanya. Berkali-kali, Daewongun berusaha menyingkirkannya dari istana. Maharani tidak bisa hidup hanya sebagai seorang perempuan, istri, atau ibu di dalam istana. Dia harus menggunakan segala cara untuk mempertahankan posisinya sebagai seorang permaisuri dan menjamin keselamatan putranya, termasuk melengserkan ayah mertuanya dari kekuasaan.
Di usia senja, Carl Kollhoff adalah seorang penjual buku luar biasa. Saat matahari terbenam, setelah toko tutup, ia membungkus buku-buku yang telah dipilihnya dengan cermat, seolah-olah akan memberikannya sebagai kado. Ia kemudian berjalan kaki melintasi lorong-lorong indah kota untuk mengantarkannya kepada para pelanggan istimewa yang diam-diam ia namai sesuai tokoh dalam buku. Hampir seperti persahabatan, ia terhubung dengan orang-orang ini, mereka yang memilih menyendiri di kediaman masing-masing dan menjadikan Carl sebagai tautan terpenting dengan dunia luar. Hingga suatu hari, ia bertemu dengan seorang gadis sembilan tahun bernama Schascha. Lantang dan bersikap sok dewasa, ia bersikeras menemani Carl—bahkan berusaha mengajari lelaki tua itu soal buku. Ketika pekerjaan Carl di toko buku terancam, Schascha menghilang. Dengan penuh ketakutan, ia mencari-cari Schascha. Namun, di semua sekolah yang ia telusuri, tidak ada anak bernama Schascha. Siapakah Schascha sebenarnya? Mampukah Carl yang lugu dan lembut hati mengatasi permasalahan yang bertubi-tubi?
Anna tinggal dengan orang tua asuh, ketidakcocokan tanpa teman selalu di luar hal-hal. Kemudian dia dikirim ke Norfolk untuk tinggal bersama Tuan dan Nyonya Pegg tua, di mana dia berlari liar di bukit pasir dan di sekitar air. Ada sebuah rumah, Rumah Marsh, yang dia rasa dia kenali dan dia segera bertemu dengan seorang gadis kecil yang aneh bernama Marnie, yang menjadi teman pertama Anna. Lalu, suatu hari Marnie menghilang dan sebuah keluarga baru, Lindsays, pindah ke Marsh House. Setelah belajar banyak dari Marnie tentang persahabatan, Anna berteman erat dengan Lindsays dan belajar beberapa kebenaran aneh tentang Marnie yang tidak seperti yang terlihat.
Buku Jika Kucing Lenyap dari Dunia ini menceritakan mengenai seorang lelaki muda penyendiri yang bekerja sebagai tukang pos divonis mengidap kanker stadium akhir. Umurnya tinggal sebentar lagi. Dalam kekalutan, datang tawaran menggiurkan untuk melakukan perjanjian dengan Iblis agar hidupnya terselamatkan. Syaratnya: setiap hari dia harus bersedia menghilangkan sebuah benda yang dia sayangi dari dunia ini. Selain menyajikan cerita yang asyik dan sangat menghibur, novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia ini juga akan memberikan para pembacanya pencerahan yang tidak terduga. Kira-kira benda apa saja yang akan hilang dari hidup laki-laki tersebut ya?
Kazu dan keluarganya tinggal di sebuah rumah tua. Suatu malam, Kazu melihat sesosok gadis keluar dari dalam rumahnya. Dia yakin gadis itu hantu. Namun keesokan paginya, Kazu terkejut saat melihat gadis itu duduk di ruang kelasnya. Dan, meskipun Kazu tidak mengingatnya, semua teman, tetangga, dan keluarganya yakin bahwa mereka sudah mengenal gadis hantu bernama Akari itu selama bertahun-tahun! Saat Kazu mengetahui jalan rumahnya dulu bernama Gang Kuil Kimyo, nama yang artinya menyiratkan bahwa orang mati dapat hidup kembali, Kazu yakin sesuatu yang aneh sedang terjadi. Dia pun menghabiskan musim panasnya untuk menyelidiki teka-teki ini sembari mulai berteman dengan Akari. Namun, segalanya lebih rumit daripada yang dia kira. Sebuah cerita bersambung dari majalah lama muncul. Lalu, peristiwa nyata dan cerbung misterius itu mulai bersinggungan, sementara seorang nenek eksentrik dengan kucing hitamnya mencoba menghalangi langkah Kazu.
Marzio Montecristo, mantan guru matematika dan penggemar berat cerita kriminal, membuka toko buku kecil di Cagliari dengan spesialisasi novel misteri. Toko bukunya bernama “Les Chats Noirs” (kucing hitam), terinspirasi dari dua kucing hitam yang berkunjung ke toko dan sejak itu tidak pernah pergi. Keduanya menjadi daya tarik toko dengan banyak pengikut di Instagram, menyelamatkan toko dari kebangkrutan akibat kejudesan Marzio. Marzio menamai mereka Miss Marple dan Poirot. Les Chats Noirs juga memiliki Klub Buku Detektif Selasa. Geng yang tampak tidak serasi tetapi nyatanya sangat kompak. Bahkan, setahun lalu, Detektif Selasa membantu Angela Dimase, detektif yang juga teman lama Marzio untuk menyelesaikan suatu kasus. Kini, Angela kembali meminta bantuan mereka untuk menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang sangat kejam. Tiga kasus pembunuhan yang tampak acak, tidak meninggalkan banyak bukti, begitu rapi seolah dilakukan oleh hantu. Pelakunya dijuluki “pembunuh jam pasir” karena selalu meninggalkan jam pasir di TKP. Maka, Detektif Selasa berupaya membongkar labirin misteri, di bawah tatapan dua kucing hitam di Toko Buku Les Chats Noir.
Namanya Toko Buku Abadi. Di sana hanya menjual buku-buku bagus yang sudah dikurasi pemiliknya, sepasang suami istri yang sudah senja. Toko buku itu terletak di depan sebuah rumah besar di tepi kota kecil. Rumah peninggalan zaman kolonial, berdiri kokoh, tetapi diam-diam menyimpan banyak cerita tragis. Lalu, segera saja, Toko Buku Abadi disinggahi para bibliophile, omnilegent, tsundoku, kolektor buku langka, abibliophobia, librocubicularist, bibliognost, hingga penulis bestseller dan penerbit idealis. Kunjungan-kunjungan yang meninggalkan utas cerita saling tersambung, dan perlahan membuka sebuah kisah yang sudah lama dilupakan.